Catatan lapangan penelitian tentang kehidupan pekerja banyunan di Surabaya (19 Mei 2010)

Dalam kasus melonjaknya urbanisasi masyarakat di Indonesia banyak faktor yang menyebabkan hal itu, seperti halnya tidak meratanya pembanyunan fisik suatu daerah, SDM dan SDA yang tidak berimbang dan masih banyah faktor-faktor yang menyebabkan melonjaknya jumlah urban di kota-kota di Indonesia.
Remaja adalah salah satu jumlah urban yang sangat banyak di kota Surabaya, dalam kasus ini saya menelit tentang kasus remaja-remaja yang urban dan bekerja sebagai kuli bangunan. Dimana mereka bekerja keras untuk mendapatkan uang dan pengalaman tanpa harus membawa ijazah.
Upah dan kerja mereka sering tak sebanding dengan apa yang mereka kerjakan, dan apalagi dengan kesejahteraan hidup yang mereka tempati. Rumah bedeng adalah istilah tempat tinggal sementara dalam pekerjaan mereka. Kehidupan yang sangat memperihatinkan sering mereka rasakan seperti halnya tidak adanya air bersih, tempt tidur, listrik semuanya kadang mereka tidak rasakan sama sekali.
Dalam informasi yang saya dapat dari beberapa mereka bekerja sebagai kuli banyunan sebenarnya mereka tidak ingin bekerja seperti itu, salah seorang yang bernama AR yang asli anak desa dan mengadu nasipnya di kota yang dimana dia adalah seorang lulusan SMA dan sekarang dia bekerja sebagai kuli bangunan dia menyeritakan bahwa pekerjaannya sering tidak sebanding dengan upak kerja yang dia peroleh. Seperti halnya mahalnya kebuatuhan hidup di kota yang sangat tinggi dan upah yang tidak sebanding yang dikasih oleh mandor pekerjaannya mendorong dia untuk sering bergonta-ganti tempatkerja yang upah kerjanya lebih tinggi.
Dari informasi teman-teman yang bekerja bangunan Di Surabaya sendiri, untuk gaji harian bagi yang bekerja kasarang di bangunan biasanya hanya kisaran 27-32 ribu perhari belom ditambah dengan lemburan kerjaanya. Dari gaji tersebut sering terlupakan adalah masalah kesejahteraan hidup mereka di tempat kerjanya. Masalah air tempat tidur adalah salah satu masalah yang sering mereka hadapi, ada salah satu informan yang bernama SM yang menyeritakan bahwa dia pernah kerja dan di tempat tersebut tidak di sediakan air bersih, untuk mendapatkannya pun sanyat sulit dan jauh dengan keramaian, mereka mandi biasanya dengan menampung air hujan di drum-drum ataupun air-air yang mengenang di kubangan-kubangan yang mereka gali untuk pondasi proyeknya, Itu adalah salah satu cara mereka untuk mandi. Itu adalah salah satu kisah sedih yang mereka ceritakan kepada saya, tapi dari cerita-cerita yang di paparkan oleh pekerja bangunan yang lain ada juga yang merasa senang saat mereka mendapat kerjaan yaitu saat merenofasi bangunan-bangunan yang sudah jadi. Biasanya mereka hanya bekerja santai dan tempat tinggal mereka sudah ada yaitu tempat mereka renofasi.
Pekerja yang saya temui mengatakan sangatlah senang jika mereka mendapat kerjaan merenofasi bangunan, tapi sebaliknya jika mereka mendapat pekerjaan ngali ( pekerjaan bangunan yang biasanya baru tahap pembuatan pondasi ulama)biasanya mereka merasa malas dan berat karena di tempat itu mereka belum mendapat tempat tinggal yang layak, dalam istilah ngali mereka biasanya hanya di kasih tempat tinggal yang sangat memperhatinkan yaitu tempat tinggal yang sering disebut dengan istilah bedeng kadan mereka malah tidak dapat tempat tinggal dan mereka biasanya tidur di pinggir-pinggir teras ataupun di tanah lapang tempat kerjaan mereka.
Dari kasus urban yang tidak tekontrol dan kurangnya lapangan pekerjaan sering membuat masyarakat kita untuk bekerja dengan upah yang tidak semestinya mereka dapat dengan jerih payah mereka. Apalagi ditambahnya dengan kehidupan hidup yang sangat banyak membuat banyak masyarakat yang semakin tertindas akan kekerjaannya. Dari informan-informan diatas dapat menginformasikan bahwa masih kurangnya pemerataan HAM masyarakat kecil di Indonesia kususnya di perkotaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: