ingat

q karng pindah ke http://cahdayaan.blogspot.com/

TOKOH MADZAB FRANKFURT I

1. Max Horkheimer (1895-1973)
pemikiranya yaitu menetapkan prinsip-prinsip dasar Frankfurt School dalam melakukan kritik epistemology dan kritik peradaban industrial (Bullock dalam Ahmad Suhelmi, 1999: 276) yang kemudian memunculkan sebuah tulisan berjudul Traditionelle und Kritiche Theory (teori tradisional dan teori kritis) yang dipaparkannya pada tahun 1937 dan dilatarbelakangi oleh kegagalan perjuangan kelas pekerja di Jerman dan Soviet.
Kemudian Max Horkheimer menyatakan posisi teori kritis sebagai berikut:
a. Kesadaran berpikir tentang dirinya disederhanakan penemuan hubungan yang berjalan antara posisi intelektual dan lokasi social mereka.
b. Struktur sikap kritis, karena sebagian kemauan menembus cara tindakan social yang berlaku, tidak lebih tertutup berhubungan dengan disiplin social, kemudian memahami ini lebih dari ilmu alam.
c. Realitas obyektif yang diberikan persepsi dipahami sebagai produk dimana secara prinsip harus di bawah kendali manusia, sehingga dimasa depan setidak-tidaknya akan menjadi fakta terkendali, dan realitas-realitas ini kehilangan waktu faktualitas yang murni.
2.Theodor W. Adorno
pemikirannya yaitu berusaha memberikan analisis konseptual tentang bagaimana Pencerahan, yang pada mulanya ditujukan untuk mengamankan kebebasan dari ketakutan dan otoritas manusia, berubah menjadi beberapa bentuk dominasi politik, sosial, dan budaya dimana manusia kehilangan individualitas dan masyarakat kehilangan makna kemanusiaan
3.Herbert Marcuse
pemikirannya yaitu bahwa segala kehidupan dalam masyarakat kapitalis diarahkan kepada satu tujuan, yaitu peningkatan sistem kapitalisme. Dengan demikian ia berpendapat mustahil ada ruang untuk bernafas bagi tumbuhnya pemikiran lain di luar kapitalisme

SEJARAH SINGKAT TEORI SOSIOLOGI KRITIS DAN POSTMODERN

teori kritis adalah pengembangan teori Hegel dan Marx, dan Horkheimer mesestematiskannya dan dikembangkan oleh Habermas, teori kritis terkait dengan orientasi tertentu terhadap filsafat yang ”dilahirkan” di Frankfurt.
Horkheimer, Theodor Adorno, Herbert Marcuse dan Erich Fromm di akhir tahun 20-an dan awal tahun 30-an adalah salah satu tokoh pengembang teori kritis.
Tokoh lain yang kemudian menjadi identik dengan teori kritis adalah Jurgen Habermas. Dia bergabung dengan Institut Penelitian Sosial di universitas Frankfurt, yang didirikan kembali oleh Horkheimer dan Adorno, pada dekade pasca perang dunia kedua

Gaya Hidup Masyarakat Urban

Dalam perkembangan masyarakat zaman sekarang ini tidak di pungkiri adanya perpindahan penduduk dengan skala kecil ataupun besar dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan demi kelangsungan generasi penerusnya. Dalam kasus seperti ini wilayah-wilayah yang dimana mempunyai potensi besar dalam aspek ekonomi dan ilmu pengetahuan menjadi factor penting masalah perpindahan penduduk, baik burupa transmigrasi, urbanisasi, migrasi dan beberapa istilah lainnya yang kesemuanya itu mempunyai tujuan dan factor perpindahan yang berbeda pula, salah satunya masalah kemiskinan.
Kemiskinan adalah salah satu factor dimana masyarakat sering melakukan perpindahan penduduk, dan karena factor tersebutlah membuat mereka dengan tidak sengaja ikut gaya hidup wilayah yang mereka tempati, masyarakat yang menempati wilayah A maka dia tanpa disengaja harus bisa mengikuti gaya hidup didaerah A juga dan sebaliknya juga yang dimana masyarakat A yang pindah ke masyarakat B maka masyarakat A pun harus bisa menyesuaikan kehidupan dimasyarak B, terus selanjutnya sperti itu pula bagi masyarakat yang melakukan perpindahan ke suatu wilayah tertentu.
Dalam kasus tersebut muncul beberapa permasalahan social diantaranya muculnya gaya hidup baru yang timbul karena interaksi antar budaya-budaya satu dengan budaya lainnya. Budaya yang bisa mengasih kontribusi langsung dengan masyarakat biasanya langsung bisa beradaptasi dengan masyarakat tersebut, ban sebaliknya bagi budaya-budaya baru yang dimana budayanya tidak bisa mengasih kontribusi secara langsung akan sulit diterima masyarakatnya.
Dari perubahan gaya hidup itu banyak masyarakat yang dimana budaya local tidak mengenal suatu hal menjadi mengenal halhal yang baru. Ada yang bersifat positif dan adajuga yang sebaliknya negative, hal hal baru dimasyarakat yang masih tradisional filter terhadap budaya baru sangatlah ketat dan karena filter yang ketak itu mengebabkan sulitnya masuk budaya tertentu, walau masuknya budaya tersebut difilter dengan masyarakat tersebut dengan ketak dalam waktu jangka yang lama biasanya budaya tersebut tetaplah berubah.
Kaum mudalah yang sering melakukan perubahan perubahan gaya hidup dimasyarakat, yang lebih menonjol adalah kalangan urban yang dimana mereka mengenal hal-hal baru dari hasil interaksi di kota. Gaya hidup adalah salah satu yang paling menyolak dari hasil interaksi social di kota, masyarakat yang dulunya masih menjunjung tinggi adat dan tradisi di masyakatnya karena gaya hidup yang berubah menyebabkan mereka yang dulunya masih bergaya tradisional berganti gaya hidup yang modern. Contoh yang paling nyata adalah penampilan mereka dan bahasa keseharian mereka, penampilan yang dulunya mereka masih memakai budaya-budaya etika dan ekstatika berganti dengan gaya hidup yang modern ataupun glamor. Tetapi tidak semuanya perubahan karena urban dan gara hidup menghasilkan hal-hal yang negative ada juga banyak hal yang positif dintaranya masyarakat yang dulunya kalau mereka sakit mereka pergi ke dukun-dukun sekarang mereka kalau sakit pergi kerumah sakit, dan karena perpindahan tersebut membuat mengetahui perkembangan ilmu dan teknologi di zaman sekarang dan membuat mereka semakain berkembang dan mengetahui kebutuhan hidup zaman sekarang.

Sketsa Post Modern : Porak – Porandanya Pengetahuan

Istilah “postmodern” sekarang sangat sering digunakan, tetapi lebih sering lagi disalahgunakan. Sangat sulit mendefinisikan postmodern dalam satu atau dua kalimat saja karena postmodern pada hakikatnya berisikan aneka ragam, saling berserakan, dan sering kali isinya saling bertolak belakang, bahkan terkesan seperti “kapal pecah” sehingga suatu definisi untuk itu memang tidak dibutuhkan. Itulah dia watak postmodem, suatu ungkapan sangat populer, tetapi tanpa definisi yang jelas.

Di samping itu, bagi kaum postmodem, “perbedaan” merupakan inti dari segala kebenaran. Karena itu, mereka’tidak mempercayai pada hal-hal yang universal, harmonis, dan konsisten. Tidak ada musyawarah musyawarahan dalarn mencari kebenaran dan menghadapi realitas. Yang ada hanyalah perbedaan-perbedaan, dan perbedaan-perbedaan tersebut harus selalu dihormati.

Kaum postmodern percaya bahwa tidak ada suatu yang transenden dalam realitas. Nietzsche mengatakan bahwa Tuhan sudah mati. Menurut paharn postmodem, realitas yang sama dapat ditafsirkan secara berbeda – beda oleh pihak yang berbeda – beda. Karena itu, tidak mengherankan jika Jacques Derrida, seorang pelopor aliran postmodem, mengajak manusia untuk berhenti mencari kebenaran (sebagaimana yang dilakukan oleh kaurn pencerahan), bahkan seyogianya kita membuang pengertian kebenaran tersebut. Tidak ada kebenaran yang absolut, universal, dan permanen. Yang ada hanyalah kebenaran menurut suatu komunitas tertentu saja. Yang diperlukan bukanlah usaha mencari kebenaran, melainkan yang diperlukan adalah percakapan dan penafsiran yang terus – menerus terhadap suatu realitas, tanpa perlu memikirkan suatu kebenaran yang objektif.

Paham postmodem juga menolak teori korespondensi, yang menyatakan bahwa suatu kebenaran baru ada jika adanya hubungan yang selaras antara. statement yang diucapkan dan realitas/fakta. Menurut teori korespondensi:

“Jika Anda berkata ada sebuah roti apel di lemari es, saya perlu melihat ke dalam lemari es itu untuk membuktikan apakah perkataan Anda benar. “

(Stanley J. Gren-i, 2001: 69).

Oleh kaum realis, teori korespondensi ini dianggap berlaku universal dimana-mana. Menurut kaum realis, pikiran manusia, dapat mengetahui suatu realitas secara, utuh sehingga. dunia dapat digambarkan secara. utuh, lengkap, dan tepat termasuk menggambarkan rahasia alam semesta, melalui ilmu pengetahuan. Dan kesemuanya itu dapat digambarkan dengan suatu bahasa. yang tepat. Dengan demikian, menurut kaurn postmodem, bahasa. berfungsi sebagai permainan catur, yang memiliki aturan bagaimana seharusnya, suatu pion digerakkan. Jacli, bahasa. ticlak dapat begitu saja clihubungkan dengan suatu realitas karena bahasa ticlak menggambarkan realitas secara tepat clan objektif, tetapi bahasa hanya menggambarkan dunia. dengah berbagai cara. bergantung konteks dan keinginan yang menggunakan bahasa. tersebut.

Dengan demikian, aliran critical legal studies, yang antara lain merupakan refleksi aliran postmodem ke dalam bidang hukum mencoba memberikan suatu jawaban atau minimal merupakan suatu kritikan terhadap kenyataan bahwa hukum pada akhir abad ke-20 memang timpang, baik dari segi tataran teoritis, filsafat, maupun dalam tataran praktisnya. Di samping itu, dengan pendekatan secara induktif, bergerak dari kenyataan hukum yang diterapkan dalam masyarakat, menyebabkan para pemikir hukum pada akhir abad ke-20 terpaksa harus mengakui beberapa premis hukum baru, yang memporak-porandakan premis hukum yang lama.

Gejolak sosial akibat tidak seimbangnya antara SDM dan kebutuan masyarakat

Dalam zaman yang modern sekarang ini banyak di temui adanya kasus-kasus sosial yang di mana semakin tingginya angka kriminal dan kemiskinan. banyak kebijakan-kebijakan pemerintah yang kurang mengena dengan masyarakat kecil, kebijakan hanya mementingkan anggota partainya sendiri. masyarakat semakin terjepit karena kebijakan-kebijakan yang kurang efektif. anggaran yang sejatinya akan di berikan kepada masyarakat kecil malah mereka korupsi. pendidikan yang di mana sebagai ujung tombak kemajuan bangsa belum sepenuhnya mengena dan standar, banyak di wilayah-wilayah yang terpencil yang minim akan akses menjadi sulitnya berkembangnya pendidikan. pendidikan bukan lah hal yang mahal jika pemerintah selalu arif dan bijak dalam mengeluarkan kebijakan dan sampai kebijakan tersebut hanya menguntungkan salah satu golongan saja tapi kebijakan tersebut harus bisa membantu masyarakat banyak dan jangan sampai di salah gunakan(korupsi)

Penelitian kuantitatif

Penelitian kuantitatif adalah penelitian ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena serta hubungan-hubungannya.
Penelitian kuantitatif adalah definisi, pengukuran data kuantitatif dan statistik objektif melalui perhitungan ilmiah berasal dari sampel orang-orang atau penduduk yang diminta menjawab atas sejumlah pertanyaan tentang survei untuk menentukan frekuensi dan persentase tanggapan mereka.